Ekspedisi Pisang Goreng Sangihe

Gue ke Sangihe bersama teman gue, Windy, yang kebetulan pas kecil sudah pernah ke Sangihe. Saat gue tanya apa yang dia ingat mengenai Sangihe jawabannya hanya “pisang gorengnya enak!”. Sebagai yang demen makan tentu gue terkejut mendengar jawaban Windy (karena Windy adalah orang yang makan seperlunya saja) dan kemudian menjadi tertantang untuk makan pisang goreng semaksimal mungkin selama di Sangihe. Hahaha…

Ini list tempat makan pisang goreng (tidak dalam urutan tingkat keenakan):

Puncak Pusunge

Sangihe_Puncak Pusunge

ini adalah yang terbaik. Terbaik dalam segala hal. Rasa pisangnya yang manis, campuran sambal dabu yang segar dan kecap yang manis serta pemandangan yang cantik. Makan pisang goreng hangat di tempat terbuka yang menyajikan pemandangan kota Tahuna serta udara yang dingin. Ih, luar biasa! Harganya hanya Rp. 2.000/buah

Marina Coffee House

Sangihe_Marina

Lokasinya berada di pelabuhan tua kota Tahuna. Pisangnya manis dan cocolan sambalnya pas banget rasanya di lidah. Sebenernya cara paling asik menikmatinya adalah membawa piring pisang ke luar dan duduk nongkrong di tepi jalan. View cantik dan makanan enak serta ngobrol yang seru… baik-baik bisa dibuat jatuh cinta sama Sangihe!

Syabila Cafe, Tidore

Sangihe_syabila

Ada 2 tempat makan di daerah Tidore: Syabila dan RM. Tepi Laut. Nah, gue hanya punya 1x kesempatan icip pisgor di Tidore dan gue memilih untuk mencoba di Syabila Cafe. Di cafe ini cocolan sambalnya dicampur dengan cacahan ikan cakalang. Hahaha… Pisang goreng yang manis, sambal yang pedas segar dan ikan! kombinasi yang unik tapi endes surendes.. NYAM! Harganya Rp. 5.000 untuk 4 pcs.

Pasar Baru, Tahuna

Lokasinya ada di dalam pasar, cari stand pertama yang berada di sebelah kiri (jika kamu masuk dari sebelah Kios Malioboro, pintu yang banyak oto ngetem). Buat gue sambal dabunya asam dan menjadi nggak enak, tapi itu karena dia pakaikan jeruk sih. Oya, karena lokasinya di pasar jadi kemarin gue bungkus pisang ini dan makan di tepi pantai sambil menikmati sunset. Harganya Rp. 5.000 untuk 4 pcs.

Balane, Tamako

Sangihe_Tamako

Awalnya kami mencari pisang goreng di Pasar Tamako, tapi, karena kesiangan ya sudah tidak ada lagi yang jualan. Akhirnya kami diarahkan untuk menuju ke kios di sebelah SMK 1 (eh, trus yang mengusulkan sadar kalau kios itu tutup setelah pukul 12 siang) dan kami dusuruh untuk ke Balane (agak ragu sama nama desanya, tapi tinggal lurus aja dari pasar tamako) dan akan ada 1 kios di pinggir jalan yang menjual pisang goreng. Petunjuk yang tidak detail tapi hebatnya kami nemu kiosnya. Hihihi… Oya, kios ini sebenernya jualan utamanya adalah makanan, tapi, gorengan (pisang, tahu dan bakwan) selalu tersedia di meja. Meski pas makan di sini pisangnya sudah tidak hangat tapi rasanya masih sedep. Manis. Ditambah cocolan sambal roanya yang pedes tapi nggak pedes. Alhasil berhasil deh menghabiskan 3 buah pisang goreng dalam sekejap. Harganya Rp. 2.000/pcs.

Pasar Baru, Petta

Pas kebetulan datang ke Petta saat hari pasar (Selasa, Kamis, Sabtu), jadi hari itu cukup ramai dan kami pun mampir ke sebuah kios di ujung kanan dari tempat masuk. Kiosnya sederhana tapi yang dateng makan silih berganti. Sebenernya kios ini jualan makanan berat, tapi, tampaknya makan pisang goreng di Sangihe sudah menjadi budaya deh, karena tampak segambreng pisang goreng di meja makan. Jadi dong abis makan siang langsung nyomot pisang goreng di meja kemudian oles sambal roa diatasnya dan hap… nyam nyam nyam… nggak tau pasti harganya berapa, tapi kayaknya Rp. 1.000 deh 1pcs-nya.

Setelah 8 hari dan setiap hari icip pisang goreng di tempat yang berbeda, kesimpulannya adalah: pisang gorengnya dibentuk kipas, di goreng dengan lapisan tepung yang enak, semua rasa pisangnya manis, nyaris 90% penjual menggunakan pisang kepok mas, ada 3 jenis cocolan tergantung warung masing-masing. Satu hal yang pasti, saat kalian main ke Sangihe, pastikan makan pisang goreng SETIAP HARI. Iya, SETIAP HARI!

Yak, kelar nulis ini sukses bikin gue pengen makan pisang goreng dan duduk di pelabuhan tua :’)

Total
0
Shares
Comments 4
  1. terima kasih sudah mampir makan pisang goreng Sangihe #MarinaCH# 2 jempol untuk kalian yg sudah keliling keliling, muter muter untung gak pusing di jalan yang banyak beloknya.. jalan jalan sambil nyari PisGor…. Bravo Ibu Penyu

  2. huhuhuww, aku jadi lapar siang-siang begini mampir di blognya iping.
    kirain pisang goreng khas pontianak.. eh, emang negeri kita ini pulau banana yaaa….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Prev
Mendadak ke Sangihe

Mendadak ke Sangihe

Once a year, go someplace you’ve never been before – Dalai Lama

Next
Tukad Balian: Balian Jaman Now!

Tukad Balian: Balian Jaman Now!

Pernah kepikiran untuk mengunjungi Balian?

You May Also Like