Pulau Tinabo, TN. Takabonerate

4 mins read

Setelah 3 jam penyebrangan (yang gue lewati dengan tidur paripurna) akhirnya pulau Tinabo terlihat dari kejauhan.. 1 jam kemudian kapal pun bersender di dermaga Tinabo dan hujan pun turun dengan lebaynya. Bok! Itu pohon kelapa kena angin sampe susah berdiri gitu. Hiii… Gue yang saat itu males basah akhirnya menerobos hujan karena kebelet pipis :| akibatnya, kelewat dong 2 pelangi yang dengan cantiknya menyambut kedatangan 10 anak nakal.

Tinabo island!
Tinabo island!

Taman Nasional Takabonerate yang juga dikenal sebagai atol ketiga terbesar di dunia punya buanyak banget pulau! Berbeda dengan Maldives yang hampir setiap pulaunya sudah dikelola dengan baik, nah kalo di Takabonerate hanya ada beberapa pulau saja yang punya penginapan, seperti: Tinabo yang jadi markas Taman Nasional memiliki 1 penginapan dengan 3 kamar, ada juga Rajuni yang dihuni oleh penduduk, dan sebuah pulau yang gue lupa namanya dan dihuni oleh suku Bajo. Oh, menurut sumber, suku Bajo di Takabonerate nggak tinggal diatas laut, melainkan rumah-rumahnya dibangun diatas pasir. Ah sayang banget nggak sempat mampir kesini :(

Pulau Tinabo pun dulunya adalah perkampungan warga tapi warga tersebut dipindahkan ke Rajuni… Nah konsekwensi pulau berpenduduk adalah banyaknya sampah (yang untungnya hanya di pulau) dan juga kondisi karang di laut yang nggak maksimal. Penangkapan ikan, lempar jangkar, dan pengeboman di laut jadi alasan utamanya. Sedih :(

hamparan pasir putih di Tinabo
hamparan pasir putih di Tinabo

Tinabo itu luar biasa banget posisinya karena kita bisa lihat sunrise dan sunset dengan hanya membalikkan badan aja. Posisi dermaga ada di barat dan bagian timurnya adalah bagian belakang pulau yang kosong nggak ada apa-apaan. Sebelum berangkat ke Takabonerate gue sempet ngobrol sama teman yang sudah 10 tahun bekerja di TN. Takabonerate dan kemudian timbul pertanyaan “nggak bosen?” Jawabnya sederhana “di Tinabo setiap hari sunsetnya beda”. Selama 3 malam gue disana gue pun selalu menyaksikan sunset yang berbeda, bahkan saat mendung dan habis hujan pun sunsetnya tetap kece :’)

sunset kece di hari kedua
sunset kece di hari kedua

Gue sempet keliling pulau Tinabo yang lumayan juga gedenya. Sejam gitu muternya. Pas di bagian belakang (Timur) nemuin banyak sampah berupa botol plastik dan kaca, sepatu serta sendal! Gue nanya dong kenapa nggak dibersihkan kan sayang jadi kotor. Katanya hal itu akan selalu terjadi karena posisi mereka ada di tengah-tengah dan itu adalah sampah kiriman. Kiriman dari mana-mana!
“Kalau musim Timur ya bagian belakang mbak yang penuh sampah, kita nggak bersiin karena nggak mungkin mbak. Nggak kepegang. Nah kalau musim Barat ya bagian depan sini. Kalau pas musim Barat kita sampai tutup dan nggak mau terima tamu… Dan seminggu 2x kita semua bersih2…”

sebagian sampah :(
sebagian sampah :(

Di TN. Takabonerate khususnya di pulau Tinabo nggak ada signal hp, hanya ada 1 rumah dengan 3 kamar, kamar tanpa AC, berbagi kamar mandi, ada TV cable, nggak ada warung dengan 1001 jajanan, dan nggak ada restoran dengan berbagai menu. Tapi mereka punya lapangan voli, canoe, air laut super jernih, petugas taman nasional yang senang menerima tamu, sunset yang indah (kalau sunrise nggak tau krn nggak bangun pagi), bintang yang tumpah di waktu malam, pasir putih yang jleb masuk kalau diinjek, dan baby shark di sekeliling pulau :D Gue pengen balik lagi karena belom puas nyelemnya dan pengen ngerasain punya pulau pribadi lagi!!!

see you soon, Tinabo :)
see you soon, Tinabo :)

21 Comments

  1. Wihh di takabo itu cuma 1 penginapan yah?kalo nginep di selayar ada ga sih yg bisa bawa snorkling n main2 di takabo?

    • di Takabo bisa juga ke pulau Rajuni dan nginap di pulau penduduk (katanya). Di Selayar bisa kok sewa kapal untuk snorkeling, sementara kalau mau ke Takabo ada kapal penduduk ke pulau Rajuni atau harus sewa kapal kalau mau ke Tinabo

  2. budget dari selayar ke p tinabo brp y? soalnya liat review sana sini sewa kapal mahal banget.penginapan di pulau tinabo juga permalamnya brp? thx

  3. Ah tinabo selalu merindu, baru beberapa minggu kmrn balik dari sana. Disambut baby shark dah ikan pari yg jumlah nya buanyak banget :) bikin meriang gembira.

    Cuman sayang karang nya sebagian ada yg rusak karena penangkapan ikan oleh nelayan, tapi para petugas TN Takbon sekarang melakukan penyuluhan & transpalasi karang juga dan mudah2an bisa kembali bagus meskipun butuh waktu bertahun2 :(

    • walah… ada ikan pari segala? waktu kesana adanya baby shark aja….
      iya, mari kita doakan semoga penduduk disana juga segera sadar ya akan pentingnya karang yang cantik…

  4. Bagus, catatannya mbak dan terima kasih menambah info.
    Saya mau menanyakan kontak penginapan di P. Tinabo punya ga mba?
    terima kasih

  5. kemarin sempat nonton MTMA edisi kab. selayar. betul-betul memikat yah disana. pokoknya gua harus nabung nih supaya bsa nge trip disana juga mungkin bareng teman2 lebih asyik n tentunya murah krn bisa patungan juga. hhehehe

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Previous Story

Sulawesi Selatan: itinerary – 17 hari perjalanan

Next Story

Welcome to Takabonerate (and Selayar)!

Latest from Blog

a dream come true!

Gue baru saja mengalami mimpi yang nyata. sangat nyata. Gue habis melakukan perjalanan keliling eropa selama

underwater clean up

“Ngebersihin sampah di laut itu susah!” cuma itu kesimpulan yang gue dapet setelah ikutan acara bersih-bersih