Arief Syaiful: Tinggal Kelas Mengubah Segalanya

4 mins read

Beberapa dari Pembaca mungkin pernah mendengar nama Arief Syaiful. Dia adalah salah satu alumni SMU Cendana Rumbai angkatan 2000 yang pernah menjadi sorotan karena mengkritik surat edaran Menpan RB tentang Gerakan Hidup Sederhana pada Desember tahun lalu. Ingin tau lebih jauh tentang sepak terjang Arief setelah lulus dari SMU? Simak wawancara eksklusif Tim LonSay berikut.

Selamat sore mas Arief. Gimana kabarnya? Enaknya manggil apa nih: pak, mas, atau yang lain?

Kabar baik. Panggil Aip aja.

Alhamdulilah. Cerita dong dulu di Cendana angkatan berapa, jurusan apa, lalu kalau terima rapor ranking berapa?

Aku angkatan ’99 tapi pernah tidak naik kelas waktu kelas 2 SMU. Jadi lulusnya angkatan 2000 deh. Aku jurusan IPS.

Ranking? Sebelum tinggal kelas, ranking bontot terus. Setelah tinggal kelas, aku berubah jadi anak yang rajin. Sejak itu dapat ranking yang bagus. Sihiy! Malah pas kelulusan, aku salah satu siswa terbaik SMU Cendana angkatan 2000. Orangtuaku bangga sekali.

Pastinya bangga sekali ya, Ip. Lalu, apa pengalaman yang paling berkesan pas SMU?

Waktu tinggal kelas. Gaek (ayah) aku ndak marah aku tinggal kelas. Dia cuma bilang “masa depanmu di tanganmu, tugas saya membiayai kamu sekolah”. Saat itu juga aku “tertampar” dan bertekad jadi anak yang rajin.

Juga pas nge-band. Pernah suatu ketika, band-ku manggung lalu tiba-tiba teman band-ku yang lain pada buka baju. Aku sendiri yang ndak. Kayanya penonton kecewa karena aku ndak buka baju. Penonton suruh aku buka baju. Hihihi. Ya sudah, terpaksa deh buka baju. Kelihatan celana dalamku. Asli malu kali.

Hahaha, malu sama kemaluan maksudnya? Oke kembali ke topik. Seandainya bisa kembali lagi ke zaman SMU, ada tidak hal-hal yang ingin diubah?

Ada. Aku pengen pacaran yang lebih banyak lagi. Terus hubungannya lebih hot.

Hati-hati nanti ada yang mendidih. Garing ya? Lanjut pertanyaan berikut aja kalau begitu. Lulus dari SMU melanjutkan kuliah di mana dan jurusan apa?

Kuliah jurusan Administrasi Negara di Universitas Katolik Parahyangan Bandung, kemudian dapat beasiswa S2 di Seoul National University, Korea jurusan International Development Policy.

Aku ambil jurusan Administrasi Negara karena minat sendiri. Aku suka politik dan pemerintahan, bahkan bercita-cita ingin jadi anggota DPR. Pas kuliah masuk partai dan sempat aktif di partai. Sampai akhirnya aku jadi PNS. Berhenti deh aktif di politik praktis.

Tapi pas kuliah gak sering titip absen kan? Becanda, Aip. Kalau sekarang kerja di mana dan sudah berapa lama?

Sekarang kerja di Kementerian Sekretariat Negara, sudah 7 tahun.

Jadi sebelum bekerja di sana, aku kerja di sebuah NGO dan ditempatkan di Aceh. Setelah proyeknya selesai, cari kerja lagi. Alhamdulillah dapat kerja di perusahaan batubara di Jakarta tapi dengan sistem kontrak. Karena sistem kontrak itu, aku masih mencari-cari lowongan kerja. Eh, nemu ada lowongan CPNS di Kementerian Sekretariat Negara. Iseng-iseng coba, malah keterima. Jadi ngalir aja sebenarnya, hehehe. Ndak tau deh, siapa tau bentar pindah-pindah lagi. Sudah mulai bosan juga soalnya.

Ternyata panjang juga yah perjalanan karirnya. Lalu, apa definisi sukses menurut Aip?

Aku ndak bisa mendefinisikan sesuatu yang ndak ada ukurannya.

Ada pesan khusus untuk adik-adik yang masih menuntut ilmu di sekolah atau universitas?

Hidup itu boleh ke kiri, boleh ke kanan, boleh juga netral.
Boleh ke kiri terus, boleh ke kanan terus, tapi jangan netral terus.

Bagus tuh quote-nya. Baiklah, terima kasih atas waktunya Aip. Semoga semakin sukses dalam meraih cita dan cinta. Salam Lonsay!

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Previous Story

Jadwal Ibadah Gereja Duta Injil

Next Story

Cara Hemat (Bahkan Gratis) Liburan ke Eropa

Latest from Blog

Diving di Bunaken

Ihiy, seneng banget akhirnya kesampean diving di Bunaken pada akhir Maret 2014. Alhamdulillah, Sudah sejak 3

Makan di Medan, yuk!

Jadi kemarin gue ke Medan dalam rangka pernikahan saudara dan disela-sela kegiatan tersebut gue makan-makan pastinya,

Travelidoscope 2013

Agak sedih ninggalin 2013 sebenernya karena buat gue tahun 2013 salah satu tahun terbaik dalam hidup

3 Mangkuk di Makasar

Makasar itu adalah kota yang penuh dengan daging, daging merah khususnya. Selama seminggu gue di Makasar

Exit mobile version