British Museum London Buka 24 Jam di Google

Internet/Travel
2 mins read

Pengunjung maya kini bisa menggunakan Google Street View untuk mengelilingi British Museum London dan mengamati ribuan artefak secara daring, termasuk Elgin Marbles dan Rosetta Stone. Lebih dari 4500 objek tersedia dalam high-definition sebagai bentuk kerjasama dengan Google Cultural Institute.

Museum yang terletak di Bloomsbury ini adalah lokasi dalam-ruang terbesar yang dapat dilihat dari Google Street View, dengan 85 ruangan yang dipindai menggunakan kamera bergerak untuk menghasilkan pemandangan 360 derajat.

Eksibisi virtual lalu diciptakan dalam kolaborasi digital ini, termasuk “Celtic life in Iron Age Britain” serta “Egypt: faith after the Pharaohs“.

Neil MacGregor, Direktur British Museum, mengungkap: “Jaman sudah berubah. Cara kita mengakses informasi telah berevolusi dengan adanya teknologi digital. Sekarang kami bisa membuat koleksi museum diakses, diamati, serta dinikmati tidak hanya oleh orang-orang yang datang ke sini tapi juga bagi para pengguna komputer maupun perangkat mobile.”

“Ini juga bukan sekedar menampilkan koleksi daring. Melalui kerjasama kami dengan Google, kami berharap orang-orang menemukan cara baru untuk menikmati museum, cara baru untuk belajar, dan cara baru untuk mengajar.”

Semua artefak difoto menggunakan teknologi Gigapixel, dengan kamera 1.000 megapixel, sehingga saat di-zoom dapat menampilkan resolusi yang sangat detil pada setiap objek.

Pihak Google menyatakan program ini bertujuan agar informasi budaya dapat diakses, tidak hanya oleh orang-orang yang secara rutin mengunjungi museum atau memang tinggal berdekatan dengan institusi budaya, juga untuk orang-orang yang mungkin tidak akan pernah melihat objek tersebut secara langsung.

Amit Stood, Direktur Google Cultural Institute, mengatakan: “Kami sangat bangga bisa mendukung Britih Museum menjadi museum dari dunia, untuk dunia, melalui teknologi.”

Sebuah microsite juga telah dibuat untuk menggambarkan linimasa peradaban dunia agar pengguna dapat mempelajari hubungan antar budaya.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Previous Story

“The Key of Success”, Contoh Penggunaan Preposisi yang Salah

Next Story

Google Translate, Aplikasi Travel Untuk Mempermudah Komunikasi

Latest from Blog

Medan… Horas bah!

Medan merupakan kota terakhir yang saya singgahi dalam perjalanan ke Sumatera Utara dan selama 3 hari

Travelidoskop 2012

Postingan ini sekedar pengingat untuk diri sendiri sebenarnya, tapi sukur-sukur bisa ngasih ide untuk yang baca

Travelidoskop 2011

Ah, ternyata saya kelewat bikin list ini di tahun 2010 :p nanti deh disusulkan jadi, pas

Exit mobile version